12 Urutan Motor Terlaris di Indonesia: Paling Banyak Diburu

admin dc
8 Min Read

Dari pengalaman saya memantau tren pembelian motor harian, kuncinya selalu sama: motor yang paling diburu itu yang paling “fit” untuk rutinitas Indonesia, terutama macet dan stop and go. Tidak heran skutik mendominasi pasar, bahkan ada rujukan yang menyebut skutik sekitar 91,7% dari pasar 2025.

“Skutik mendominasi sekitar 91,7% pasar.”

Catatan kecil, kisaran harga di bawah ini adalah patokan OTR yang umum dijadikan referensi dan bisa berubah sesuai kota, pajak, dan program dealer. Fokus saya di artikel ini adalah memberi Anda gambaran yang lebih lengkap daripada kompetitor: harga, spek ringkas yang relevan, plus alasan laris dan cocok untuk siapa.

12 Urutan Motor Terlaris di Indonesia: Paling Banyak Diburu

1) Honda BeAT

BeAT itu tipikal motor yang selalu kuat di KPI harian karena “semua serba mudah”. Kisaran harganya berada di sekitar Rp 18 jutaan sampai Rp 19 jutaan, dan speknya bermain di 110 cc dengan karakter ringan untuk selap-selip di kemacetan. Yang membuatnya diburu bukan gimmick, tapi operasional: biaya pemakaian cenderung ramah, jaringan servis luas, dan resale value biasanya stabil. Motor ini cocok untuk pemula, komuter, dan siapa pun yang butuh kendaraan kerja yang konsisten.

2) Honda Vario 160

Kalau saya melihat pola upgrade dari skutik entry, Vario 160 sering jadi pilihan paling “masuk akal” karena ada lonjakan performa tanpa mengubah kebiasaan berkendara. Kisaran harga umumnya berada di Rp 26 jutaan sampai Rp 30 jutaan tergantung varian CBS atau ABS. Di balik itu, speknya jelas naik kelas: 156,9 cc, 4 katup, pendingin cairan, output 15,4 PS dan torsi 13,8 Nm. Saya suka menilai motor ini dari sisi value delivery: tarikan lebih siap untuk stop and go, masih praktis untuk harian, dan tampilannya sporty. Cocok untuk komuter jarak menengah, sering boncengan, dan pengguna yang butuh tenaga tanpa pindah ke motor sport.

3) Honda Scoopy

Scoopy itu laris karena fungsi dan gaya jalan bareng. Kisaran harga berada di sekitar Rp 22 jutaan sampai Rp 24 jutaan, dengan spek kelas 110 cc yang fokus pada efisiensi dan kenyamanan dalam kota. Dari pengalaman saya, banyak pembeli Scoopy ingin motor yang “rapi” dipakai harian, mudah dikendalikan, dan punya karakter desain yang kuat. Cocok untuk urban rider, pemakaian kota, dan pengguna yang peduli tampilan tetapi tetap ingin motor yang praktis.

4) Honda Vario 125

Vario 125 itu saya sebut “sweet spot” karena performanya cukup, harganya masih realistis, dan formatnya cocok untuk mayoritas rute harian. Kisaran harga umumnya berada di Rp 24 jutaan sampai Rp 26 jutaan tergantung varian dan wilayah. Speknya 124,8 cc dengan output sekitar 11,1 PS dan torsi 10,8 Nm. Di lapangan, motor ini diburu karena keseimbangan: tidak terlalu “kalem”, tidak boros, dan biaya perawatan cenderung predictable. Cocok untuk komuter yang mau motor serba bisa.

5) Honda Genio

Genio biasanya dipilih oleh orang yang ingin motor harian yang ringan, modern, dan tidak bikin capek. Kisaran harga ada di sekitar Rp 20 jutaan sampai Rp 21 jutaan. Mesinnya bermain di kelas 110 cc dengan karakter yang ramah pemula. Saya melihat Genio diburu karena gampang dikendalikan dan cocok sebagai motor keluarga. Cocok untuk pemula, keluarga yang butuh motor kedua, dan rutinitas jarak pendek sampai menengah.

6) Honda PCX 160

PCX 160 itu bukan soal “paling kencang”, melainkan soal “paling nyaman” untuk harian yang serius. Kisaran harga umumnya mulai Rp 34 jutaan dan bisa naik tergantung varian. Speknya berada di 156,9 cc dengan output sekitar 15 sampai 16 PS dan torsi sekitar 14 sampai 15 Nm. Dari pengalaman saya, pembeli PCX biasanya menghitung kenyamanan sebagai investasi: posture santai, enak untuk boncengan, dan lebih stabil untuk jarak menengah. Cocok untuk komuter jarak menengah, pasangan, dan yang sering lewat jalan besar.

7) Honda ADV 160

ADV 160 diburu karena positioningnya jelas: skutik harian yang lebih siap menghadapi jalan campur dan kondisi yang tidak selalu mulus. Kisaran harganya berada di sekitar Rp 37 jutaan sampai Rp 42 jutaan. Speknya kelas 157 cc dengan output sekitar 15 sampai 16 PS dan torsi sekitar 14 sampai 15 Nm. Buat saya, value utamanya ada pada rasa percaya diri: ergonomi nyaman, aura adventure, dan lebih siap untuk jalan bervariasi. Cocok untuk pengguna rute campuran dan yang ingin motor harian terasa lebih tangguh.

8) Yamaha NMAX “Turbo”

NMAX Turbo masuk kategori “paling diburu” karena banyak orang ingin kenyamanan maxi dan sentuhan teknologi terbaru dalam satu paket. Kisaran harga yang sering dijadikan patokan berada di sekitar Rp 33 jutaan sampai Rp 46 jutaan tergantung varian. Mesinnya berada di kelas 155 cc, dengan output sekitar 15 PS dan torsi sekitar 14 Nm. Dari pengalaman saya, pembeli NMAX biasanya memprioritaskan stabilitas dan kenyamanan untuk jarak menengah, terutama yang sering boncengan atau commuting jauh.

9) Yamaha Aerox 155

Aerox 155 sering muncul di shortlist orang yang ingin skutik rasa sporty, bukan sekadar alat mobilitas. Kisaran harga berada di sekitar Rp 28 jutaan sampai Rp 32 jutaan, bergantung varian standard sampai ABS atau connected. Speknya kelas 155 cc, output sekitar 15 PS, torsi sekitar 13 sampai 14 Nm. Yang membuatnya diburu itu karakter akselerasi dan desain agresif yang kuat. Cocok untuk rider yang sering berkendara sendiri, suka respons cepat, dan tetap butuh format harian.

10) Yamaha Grand Filano Hybrid

Grand Filano diburu karena menjawab kebutuhan yang sering dianggap sepele: motor harian yang terlihat elegan, nyaman, dan tetap modern. Kisaran harga berada di sekitar Rp 28 jutaan sampai Rp 29 jutaan. Speknya bermain di kelas 125 cc, dengan orientasi efisiensi dan fitur harian. Dari pengalaman saya, Filano itu pilihan “rapi” untuk urban commuter yang ingin tampil premium tanpa harus masuk ke kelas maxi.

11) Yamaha Fazzio Hybrid

Fazzio itu kuat di pasar karena positioningnya tajam: retro modern yang ringan, cocok untuk mobilitas kota, dan terasa kekinian. Kisaran harga berada di sekitar Rp 24 jutaan sampai Rp 26 jutaan. Speknya kelas 125 cc, dengan output sekitar 8,3 hp dan torsi yang sering disebut 10,6 Nm pada referensi spesifikasi. Saya melihat pembelinya banyak yang mencari motor bergaya tapi tetap praktis dan mudah dikendalikan. Cocok untuk pemula, komuter santai, dan kebutuhan dalam kota.

12) Yamaha Mio M3 125

Mio M3 itu motor yang kekuatannya justru ada pada kesederhanaannya. Kisaran harga berada di sekitar Rp 18 jutaan sampai Rp 19 jutaan. Speknya 125 cc, output sekitar 9,38 hp dengan torsi sekitar 9,6 Nm. Dari pengalaman saya, motor seperti ini diburu karena mudah dipakai, ringan, dan cocok untuk rutinitas yang padat. Cocok untuk komuter, keluarga yang butuh motor kedua, dan pengguna yang ingin skutik straightforward.

Cara Cepat Memilih Sesuai Kebutuhan

Kalau saya bantu orang memilih, saya selalu pakai tiga pertanyaan: rute Anda dominan macet atau jarak menengah, Anda sering boncengan atau tidak, dan Anda prioritas value atau experience. Untuk value operasional, BeAT, Genio, dan Mio biasanya unggul. Untuk upgrade performa harian, Vario 125 dan Vario 160 sering jadi pilihan aman. Untuk kenya

Share This Article
Leave a Comment