9 Ciri Ciri Sensor TPS Rusak Paling Sering Terjadi

admin dc
6 Min Read

Mengendarai motor injeksi setiap hari sering terasa sederhana. Gas ditarik, motor melaju, lalu selesai. Namun di balik kenyamanan itu, ada sistem sensor yang bekerja terus-menerus memastikan mesin merespons dengan tepat. Ketika salah satu sensor mulai bermasalah, efeknya jarang langsung terasa parah.

Dari berbagai kasus yang kami temui di penggunaan motor harian, sensor TPS menjadi salah satu komponen yang paling sering memicu masalah tersembunyi. Gejalanya muncul perlahan, sering dianggap sepele, dan baru disadari ketika performa motor sudah jauh menurun. Karena itu, memahami ciri ciri sensor TPS rusak sejak awal adalah langkah penting agar masalah tidak berkembang lebih besar.

Fungsi Sensor TPS pada Motor Injeksi

Sensor TPS atau Throttle Position Sensor bertugas membaca sudut bukaan gas. Informasi ini dikirim ke ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar dan pengapian yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Ibarat komunikasi, TPS adalah penerjemah antara gerakan tangan pengendara dan respons mesin. Saat TPS bekerja normal, tarikan terasa halus dan responsif. Namun saat sensor ini bermasalah, mesin seperti menerima perintah yang keliru.

Mengapa Ciri Ciri Sensor TPS Rusak Perlu Diwaspadai

Banyak pemilik motor baru menyadari adanya masalah ketika motor sudah sering brebet, boros, atau bahkan mati mendadak. Padahal jika dikenali lebih awal, kerusakan sensor TPS bisa ditangani dengan lebih ringan. Dengan mengenali tandanya sejak dini, Anda bisa:

  • Menghindari risiko mogok di jalan
  • Menjaga konsumsi BBM tetap efisien
  • Mencegah kerusakan merembet ke komponen lain
  • Menghemat biaya perbaikan

Berikut adalah 9 ciri ciri sensor TPS rusak yang paling sering terjadi pada motor injeksi.

1. Motor Brebet Saat Digas

Gejala paling umum adalah motor terasa brebet ketika gas dibuka perlahan. Hal ini terjadi karena sensor TPS tidak mampu mengirimkan sinyal bukaan gas secara stabil ke ECU. Akibatnya, suplai bahan bakar tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, terutama di bukaan gas kecil yang sering digunakan saat berkendara di dalam kota.

2. RPM Idle Naik Turun

RPM yang tidak stabil saat mesin langsam merupakan ciri ciri sensor TPS rusak yang sering diabaikan. ECU membaca posisi gas seolah sedang dibuka, padahal throttle dalam kondisi diam. Kondisi ini membuat mesin seperti “mencari-cari” putaran ideal.

Baca juga : 7 Ciri-Ciri Inreyen Gagal pada Motor yang Wajib Anda Tahu

3. Tarikan Awal Terasa Berat

Saat mulai jalan dari posisi diam, motor terasa ngempos atau kurang tenaga. Ini disebabkan sinyal TPS terlambat atau tidak akurat saat membaca bukaan awal throttle. Mesin tidak mendapat suplai bahan bakar yang cukup di momen awal akselerasi.

4. Mesin Mati Saat Gas Dilepas

Motor bisa mati mendadak ketika gas dilepas, terutama saat mendekati lampu merah. Sensor TPS gagal membaca transisi dari throttle terbuka ke tertutup, sehingga ECU tidak menyesuaikan suplai bahan bakar dengan cepat.

5. Respons Gas Tidak Presisi

Gas terasa tidak linear. Kadang dibuka sedikit tapi RPM melonjak, atau dibuka agak dalam tapi respons lambat. Kondisi ini membuat pengendara sulit mengontrol kecepatan secara halus, terutama di lalu lintas padat.

6. Konsumsi BBM Menjadi Boros

Salah satu dampak paling terasa dari sensor TPS rusak adalah konsumsi BBM yang meningkat. ECU cenderung menyemprot bahan bakar lebih banyak sebagai langkah aman karena data TPS tidak akurat. Akibatnya, bensin lebih cepat habis tanpa disadari.

7. Performa Menurun Saat Mesin Panas

Pada beberapa kasus, motor terasa normal saat mesin dingin, namun mulai bermasalah setelah digunakan cukup lama. Sensor TPS yang sudah aus sering kehilangan akurasi ketika suhu mesin meningkat, sehingga gejala muncul saat motor panas.

8. Lampu Check Engine Menyala

Pada motor injeksi tertentu, sensor TPS rusak dapat memicu lampu check engine menyala atau berkedip. Ini menandakan ECU mendeteksi pembacaan sensor di luar batas normal dan membutuhkan pengecekan lebih lanjut.

9. Tenaga Hilang di RPM Tertentu

Motor terasa normal di RPM rendah, namun kehilangan tenaga di putaran menengah. Hal ini biasanya terjadi karena ada sudut bukaan throttle tertentu yang tidak terbaca dengan benar oleh sensor TPS, sehingga suplai bahan bakar tidak optimal.

Kenapa Gejalanya Sering Disalahartikan

Banyak ciri ciri sensor TPS rusak mirip dengan masalah injektor kotor, busi lemah, atau filter udara tersumbat. Perbedaannya terletak pada pola kemunculan gejala.

Masalah TPS hampir selalu berkaitan dengan:

  • Perubahan bukaan gas
  • Idle yang tidak stabil
  • Respons throttle yang terasa aneh

Jika gejala dominan muncul di kondisi tersebut, sensor TPS patut dicurigai.

Langkah Awal Pengecekan Sebelum ke Bengkel

Sebelum mengambil keputusan lebih jauh, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Perhatikan kapan gejala muncul, saat mesin dingin atau panas
  • Cek soket dan kabel TPS, pastikan tidak longgar atau berkarat
  • Bersihkan throttle body dari kotoran
  • Lakukan reset ECU sederhana jika motor mendukung

Langkah ini tidak selalu menyelesaikan masalah, tetapi membantu mempersempit sumber kerusakan.

Perlu Kamu Ingat Sebelum Terlambat

Masalah pada motor injeksi jarang datang secara tiba-tiba. Hampir selalu diawali tanda-tanda kecil yang sering diabaikan. Ciri ciri sensor TPS rusak adalah salah satunya. Awalnya hanya brebet ringan atau RPM yang tidak stabil, namun jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke konsumsi BBM dan performa mesin. Dengan memahami gejalanya sejak awal, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Jika Anda ingin memperdalam pengetahuan seputar motor injeksi, troubleshooting, dan tips perawatan yang praktis serta mudah dipahami, kunjungi Rodaku dan temukan berbagai panduan otomotif terpercaya yang bisa Anda jadikan referensi sebelum dan sesudah ke bengkel.

Share This Article
Leave a Comment