5 Ciri2 Roller Motor Rusak Bikin Tarikan Berat

Bagus Speed
4 Min Read

Pernah mengalami motor matic yang awalnya normal tiba tiba terasa berat saat digas. Mesin hidup halus, tapi begitu tuas gas diputar, responsnya lambat dan seperti tertahan. Setelah dicek, ternyata penyebabnya ada di bagian CVT, tepatnya roller yang sudah aus.

Dari pengalaman itu, saya jadi paham bahwa ciri2 roller motor rusak sering kali muncul pelan pelan dan banyak yang tidak sadar sampai performa motor benar benar turun.

Mengapa Roller CVT Sangat Berpengaruh ke Tarikan

Roller adalah komponen kecil di dalam sistem CVT yang berfungsi mengatur perubahan rasio transmisi otomatis sesuai putaran mesin. Saat kondisinya masih bulat sempurna, perpindahan rasio berlangsung halus dan tarikan terasa ringan. Namun ketika roller motor aus dan permukaannya mulai flat, pergerakannya tidak lagi mulus sehingga rasio CVT terlambat berubah. Inilah penyebab tarikan motor berat yang sering tidak disadari karena gejalanya muncul bertahap. Biasanya gejala ini mulai terasa jika motor jarang melakukan service cvt berkala.

1. Tarikan Awal Terasa Berat dan Ngeden

Ciri pertama yang paling mudah dirasakan adalah saat motor mulai jalan dari posisi diam. Gas sudah diputar, tetapi motor seperti tertahan dan perlu bukaan lebih dalam agar bisa melaju normal. Dari pengalaman saya, kondisi ini terjadi karena roller yang sudah tidak presisi gagal mendorong pulley dengan optimal, sehingga tenaga mesin tidak langsung tersalurkan ke roda dan respons awal menjadi lambat.

2. RPM Naik Tapi Motor Tidak Melaju Seimbang

Tanda berikutnya adalah suara mesin meraung tinggi tetapi laju motor tidak sebanding. RPM terasa naik cepat, namun akselerasi lambat dan tidak bertenaga. Ini termasuk ciri2 roller motor rusak karena perpindahan rasio CVT tidak sinkron akibat roller yang aus. Mesin akhirnya bekerja lebih keras dari seharusnya dan dalam jangka panjang membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.

3. Muncul Getaran Saat Akselerasi

Getaran halus saat membuka gas pelan sering dianggap wajar, padahal bisa menjadi tanda roller CVT rusak tahap awal. Permukaan roller yang tidak lagi rata membuat tekanan di dalam pulley tidak merata sehingga timbul getaran terutama di putaran bawah hingga menengah. Jika terus dipakai, kondisi ini bukan hanya memperparah roller, tetapi juga mempercepat keausan pulley dan V belt.

4. Suara Kasar dari Area CVT

Suara gemeretak atau dengung tidak biasa dari bagian CVT saat akselerasi juga patut dicurigai. Ketika roller sudah peyang atau memiliki sisi datar, ia tidak lagi menggelinding halus melainkan seperti meloncat kecil di jalurnya. Pergerakan yang tidak stabil inilah yang memunculkan bunyi kasar dan menjadi tanda jelas bahwa roller motor aus perlu segera diperiksa.

5. Tenaga Lemah Saat Tanjakan

Gejala yang paling terasa saat kondisi sudah cukup parah adalah motor kesulitan menanjak padahal sebelumnya mampu melewati jalur yang sama dengan mudah. Roller yang aus tidak mampu menghasilkan rasio yang tepat untuk kebutuhan torsi besar sehingga tenaga terasa drop. Jika dipaksakan terus, panas berlebih bisa mempercepat kerusakan komponen CVT lain dan biaya perbaikannya jauh lebih besar.

Jangan Tunggu Sampai CVT Rusak Total

Ciri2 roller motor rusak biasanya muncul perlahan mulai dari tarikan awal yang berat, RPM tidak seimbang, getaran, suara kasar, hingga tenaga melemah saat tanjakan. Banyak orang mengira ini masalah mesin besar, padahal sumbernya sering kali hanya pada roller CVT yang sudah aus. Lakukan pengecekan rutin setiap 8.000 sampai 10.000 kilometer dan segera konsultasikan ke bengkel terpercaya agar kerusakan tidak merembet ke V belt dan pulley.

Jika ingin membaca panduan perawatan motor lainnya yang praktis dan berbasis pengalaman nyata, Anda bisa kunjungi website Rodaku untuk mendapatkan informasi otomotif terbaru dan terpercaya.

Share This Article
Leave a Comment