10 Motor Matic Paling Boros Bensin, Kamu Punya?

admin dc
6 Min Read

Dari pengalaman saya memantau pemakaian motor harian di perkotaan, satu hal selalu berulang: motor terasa boros bukan semata karena mesinnya besar, tapi karena tidak “fit” dengan rutinitas stop and go Indonesia. Banyak skutik yang nyaman, stabil, dan terasa premium, tapi ketika dipakai harian di macet, konsumsi BBM jadi kompromi yang tidak semua orang siap terima.

Artikel ini saya susun bukan untuk menakut-nakuti, tapi memberi gambaran yang lebih jujur dari lapangan. Fokus saya sederhana: angka konsumsi BBM nyata, alasan teknisnya, dan motor ini cocok untuk siapa.

Catatan kecil, angka konsumsi BBM di bawah adalah kisaran pemakaian harian normal dan bisa berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi lalu lintas, dan perawatan.

10 Motor Matic Paling Boros Bensin

1) Yamaha NMAX 155

NMAX sering jadi motor harian banyak orang karena nyaman dan stabil. Dari pemantauan pemakaian, konsumsi BBM umumnya berada di kisaran 37–40 km per liter. Angka ini sebenarnya wajar untuk kelasnya, tapi terasa boros ketika dipakai macet harian. Bobot besar, ban lebar, dan setelan CVT yang fokus kenyamanan membuat mesin sering bekerja di putaran kurang efisien.
Dalam praktiknya, NMAX paling “kena” boros saat rute pendek dan stop and go. Cocok untuk jarak menengah, kurang ideal untuk komuter jarak dekat.

2) Honda PCX 160

PCX 160 itu bukan soal kencang, tapi soal nyaman. Konsumsi BBM di lapangan sering berada di 30–35 km per liter. Mesin 160 cc dengan bodi panjang dan berat membuat motor ini lebih efisien saat melaju stabil.
Dari pengalaman saya, banyak pemilik PCX baru sadar konsumsi BBM setelah dipakai harian jarak dekat. Motor ini cocok untuk komuter jarak menengah dan boncengan, bukan untuk rute pendek padat.

3) Yamaha Aerox 155

Aerox punya karakter yang jelas: sporty. Konsumsi BBM berada di kisaran 33–38 km per liter, sangat tergantung gaya berkendara. Rasio CVT agresif membuat tarikan enak, tapi bensin cepat terkuras jika gas sering dibuka.
Aerox jarang boros di tangan rider santai, tapi sangat mudah boros di tangan rider agresif. Cocok untuk yang suka respons cepat dan berkendara sendiri.

4) Honda ADV 150

ADV 150 sering dipilih karena tampang dan rasa berkendara yang “lebih siap”. Konsumsi BBM berada di kisaran 35–40 km per liter. Suspensi tinggi, windshield besar, dan bobot motor membuat kerja mesin lebih berat di kota.
Motor ini terasa pas untuk rute campuran dan jarak menengah. Untuk harian murni dalam kota, efisiensinya bukan keunggulan utama.

5) Vespa Sprint 150

Vespa Sprint berada di kisaran 30–32 km per liter. Ini bukan motor yang dirancang untuk irit. Bodi baja dan karakter CVT Vespa membuat efisiensi dikorbankan demi kenyamanan dan rasa berkendara.
Dari pengalaman saya, pembeli Vespa umumnya sudah sadar ini bukan motor ekonomis. Cocok untuk pengguna yang mengutamakan style dan experience.

6) Vespa Primavera 150

Primavera sedikit lebih ringan dari Sprint, tapi konsumsi BBM tetap di kisaran 32–35 km per liter. Mesin terasa halus, namun kurang efisien di kecepatan rendah dan macet.
Motor ini cocok untuk cruising santai dan pemakaian tidak terlalu agresif, bukan untuk komuter padat setiap hari.

7) Suzuki Burgman Street 125

Menarik karena mesinnya 125 cc, tapi konsumsi BBM hanya di kisaran 38–42 km per liter. Penyebabnya sederhana: bodi besar dan posisi duduk santai menambah beban kerja mesin.
Burgman cocok untuk kenyamanan, bukan efisiensi maksimal. Untuk yang ingin ruang kaki lega, ini masuk akal, tapi jangan berharap seirit matic 125 cc konvensional.

8) Yamaha XMAX 250

XMAX berada di level berbeda. Konsumsi BBM harian berada di 25–30 km per liter. Bobot berat dan mesin besar membuat motor ini tidak realistis untuk irit.
XMAX cocok untuk jarak jauh dan jalan besar. Dipakai harian di kota, borosnya akan sangat terasa.

9) Honda Forza 250

Forza punya karakter serupa XMAX, dengan konsumsi BBM 27–30 km per liter. Fokusnya kenyamanan, stabilitas, dan fitur.
Motor ini ideal untuk pengguna yang menghitung kenyamanan sebagai investasi, bukan efisiensi harian.

10) Yamaha FreeGo 125

FreeGo sering dikira irit, tapi di lapangan konsumsi BBM berada di 40–45 km per liter. Bobot relatif berat di kelasnya dan fitur harian memengaruhi efisiensi.
FreeGo praktis dan fungsional, tapi bukan pilihan paling hemat di kelas 125 cc.

Cara Membaca Daftar Ini dengan Benar

Kalau saya bantu orang memilih motor, saya selalu tekankan satu hal: motor boros itu relatif terhadap kebutuhan. Motor besar dan nyaman pasti punya biaya operasional lebih tinggi. Masalah muncul ketika motor yang dirancang untuk jarak menengah dipaksa kerja di rute pendek dan macet.

Untuk efisiensi murni, matic kecil masih unggul. Untuk kenyamanan dan stabilitas, motor di daftar ini memberi nilai lebih, dengan konsekuensi konsumsi BBM.

Penutup

Motor matic paling boros bensin bukan berarti motor yang salah. Yang sering salah justru ekspektasi penggunanya. Dengan memahami angka konsumsi BBM nyata dan alasan teknisnya, keputusan memilih motor jadi lebih rasional dan sesuai kebutuhan. Untuk insight dunia otomotif yang lebih lengkap, perbandingan motor harian, tips perawatan, dan analisis tren kendaraan terbaru, kunjungi Rodaku sebagai referensi otomotif terpercaya.

Share This Article
Leave a Comment