Saya pernah mengalami situasi yang cukup mengganggu. Setiap kali mengerem pelan, terutama saat macet, terdengar bunyi decit dari roda belakang. Awalnya samar, lama-lama makin jelas. Rem masih pakem, tapi suaranya bikin tidak nyaman. Di situ saya mulai bertanya, ini cuma kotor atau ada kerusakan serius? Kalau Anda sedang mengalami hal serupa, saya ingin berbagi pengalaman bagaimana saya mengecek satu per satu penyebab rem belakang bunyi sampai akhirnya tahu sumbernya.
Awalnya Saya Kira Kampas Rem Habis
Gejalanya waktu itu seperti ini:
- Rem belakang bunyi saat ngerem pelan
- Suara mendecit makin keras saat jalan macet
- Tidak ada getaran besar
- Setelah cuci motor, bunyinya justru lebih jelas
Saya langsung curiga kampas rem sudah tipis. Tapi setelah dicek, ternyata ketebalannya masih cukup. Dari situ saya sadar, penyebab rem belakang bunyi tidak selalu karena kampas habis.
1. Kampas Rem Aus
Meski bukan penyebab di kasus pertama saya, ini tetap yang paling umum. Kalau kampas sudah menipis, gesekan ke tromol atau cakram jadi tidak normal. Bunyi bisa berubah jadi kasar, bahkan seperti logam bergesekan. Tandanya:
- Suara makin keras dari waktu ke waktu
- Daya pengereman menurun
- Kadang muncul getaran
Solusinya jelas, ganti kampas sebelum merusak komponen lain.
2. Debu dan Kotoran Menumpuk
Setelah dibuka, ternyata bagian dalam tromol cukup kotor. Debu kampas dan pasir jalanan menumpuk. Gesekan yang tidak bersih inilah yang membuat rem belakang bunyi mendecit. Ini sering terjadi pada motor harian yang jarang dibersihkan bagian remnya. Pembersihan rutin biasanya sudah cukup menghilangkan bunyi.
3. Rem Basah Setelah Cuci atau Hujan
Saya juga pernah mengalami rem belakang bunyi setelah cuci. Suaranya cukup nyaring, tapi hilang setelah beberapa kali pengereman. Air yang menempel pada tromol atau cakram memang bisa memicu perubahan gesekan sementara. Kalau bunyi hilang setelah kering, biasanya masih normal. Namun jika tetap muncul, perlu pengecekan lebih lanjut.
4. Permukaan Tromol atau Cakram Tidak Rata
Di kasus lain, seorang teman mengalami rem belakang bunyi saat ngerem disertai getaran halus. Ternyata permukaan tromolnya sudah tidak rata. Gesekan jadi tidak stabil dan menimbulkan suara. Jika sudah seperti ini, biasanya perlu pembubutan atau penggantian komponen.
Baca juga: 6 Penyebab Komstir Rusak pada Motor Akibat Kebiasaan Buruk
5. Kampas Mengalami Glazing
Ini penyebab yang jarang disadari. Kampas bisa menjadi terlalu keras dan mengkilap karena panas berlebih. Akibatnya:
- Rem belakang bunyi mendecit terus
- Daya cengkeram menurun
- Kampas terlihat licin dan mengilap
Solusinya bisa diamplas ringan, tapi jika terlalu parah sebaiknya diganti.
6. Pegas atau Komponen Rem Longgar
Pada rem tromol, ada pegas pengembali. Jika pegas melemah atau berkarat, posisi kampas tidak kembali sempurna. Saya pernah mendengar bunyi kecil setelah melepas tuas rem. Ternyata salah satu pegas mulai aus. Komponen kecil seperti ini sering luput dari perhatian.
7. Kualitas Kampas Rem Kurang Baik
Saya pernah mencoba kampas non standar karena harganya lebih murah. Hasilnya, rem belakang bunyi pas pelan meskipun tidak ada kerusakan lain. Material kampas memang berbeda-beda. Beberapa tipe cenderung lebih berisik meski masih dalam kondisi bagus. Memilih komponen sesuai spesifikasi motor sangat penting untuk mencegah bunyi yang tidak perlu.
Risiko Jika Dibiarkan
Rem belakang bunyi bukan hanya soal suara. Jika diabaikan:
- Jarak pengereman bisa bertambah
- Tromol atau cakram cepat aus
- Biaya perbaikan jadi lebih mahal
- Risiko keselamatan meningkat
Rem adalah sistem keselamatan utama. Jangan tunggu sampai terasa tidak pakem.
Cara Mengatasi Rem Belakang Bunyi
Dari pengalaman saya, langkah awal yang bisa dilakukan:
- Periksa ketebalan kampas rem
- Bersihkan tromol atau cakram
- Perhatikan apakah bunyi muncul saat basah saja
- Rasakan apakah ada getaran saat pengereman
- Lakukan servis rutin sesuai jadwal
Mulailah dari pemeriksaan sederhana sebelum menyimpulkan kerusakan besar.
Kesimpulan
Penyebab rem belakang bunyi sering kali berasal dari hal kecil yang terlewat, seperti debu, kampas menipis, atau komponen yang mulai aus. Jangan langsung panik, tapi jangan juga menunda pengecekan. Jika rem belakang bunyi tidak kunjung hilang atau terasa semakin parah, segera lakukan pemeriksaan di bengkel terpercaya agar sistem pengereman tetap optimal dan aman digunakan. Untuk panduan otomotif lainnya, tips perawatan motor, dan pembahasan teknis yang mudah dipahami, kunjungi Rodaku sebagai sumber informasi terpercaya bagi pengendara.
